• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Buya Hamka Ulama Patriotik, Bagian 1: Bujang Nakal

Tim Redaksi by Tim Redaksi
1 September 2018
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – 17 Februari 1908, atau 15 Muharam 1326, seorang anak laki-laki lahir di Nagari Sungai Batang, Agam, Sumatera Barat. Anak tersebut kemudian diberi nama Abdul Malik. Kelak, Abdul Malik menjadi seorang ulama dan negarawan besar yang dikenal dengan sebutan Buya Hamka.

Ayah Abdul Malik bernama Abdul Karim bin Amrullah, atau lebih dikenal dengan sebutan Haji Rasul. Dia adalah seorang ulama pelopor gerakan pembaharuan Islam di Minangkabau, sekaligus pendiri dan pengasuh Madrasah Thawalib di Padang Panjang. Sedangkan ibu Abdul Malik bernama Siti Shafiyah Tanjung, bangsawan bergelar Bagindo Nan Batuah.

Sejak kecil, Abdul Malik sudah menampakan kecerdasannya. Alih-alih duduk dan mendengarkan gurunya ceramah, Abdul Malik lebih suka belajar sendiri. Dia melahap semua ilmu, termasuk ilmu bela diri, ilmu umum, dan juga ilmu agama. Padahal, saat itu dia telah dimasukkan di 2 sekolah sekaligus, yaitu Sekolah Desa untuk ilmu umum dan Diniyah School untuk ilmu agama.

Dalam pikiran Abdul Malik, belajar di kelas dan mendengarkan guru membuatnya bosan. Menurut dia, belajar secara langsung akan lebih efektif.

“Duduk di kelas ini membosankan. Hanya mendengarkan guru ceramah, tidak ada ilmu yang bisa diambil. Belajar sendiri lebih jauh lebih baik,” demikian pemikiran Abduk Malil waktu itu.

Hanya saja, keengganan Abdul Malik duduk belajar di kelas tak disenangi ayahnya. Haji Rasul yang menginginkan anaknya mengikuti jejaknya sebagai ulama yang terkenal di seantero Minangkabau.

“Apa kata orang, bujang (panggilan kepada anak lelaki). Engkau adalah anak Haji Rasul, namun malas datang ke sekolah, malas membaca kitab di surau. Apa kata orang nanti?” demikian nasehat Haji Rasul kepada Abdul Malik.

Nasehat ayahnya tak sepenuhnya didengarkan Abdul Malik. Dia memang tetap ke sekolah, namun di luar itu dia tetap mencari ilmu lain. Salah satunya adalah mendengarkan kaba (kisah-kisah rakyat Minangkabau).

Namun, akhirnya kesenangannya mendengarkan kaba diketahui juga oleh Haji Rasul. Meski sudah memberikan alasannya, Haji Rasul sudah terlanjur marah kepada Abdul Malik.

“Bujang, kelakuanmu semakin kurang ajar. Mulai sekarang, kamu tak diizinkan lagi masuk ke Sekolah Desa, dan harus masuk Madrasah Thawalib,” kata Haji Rasul.

Maka, mulai umur 6 tahun, Abdul Malik belajar di 2 sekolah, yaitu Diniyah School dan Madrasah Thawalib. (bpc2)

Sumber: Buya Hamka, Sebuah Novel Biografi. Karangan Haidar Musyafa, diterbitkan Imania tahun 2018

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Sebaran Vaksin MR ke Masyarakat Terhambat Karena Belum Halal

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.