• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Metode Tradisional Berburu ‘Si Kicau Merdu’ yang Dilindungi

Tim Redaksi by Tim Redaksi
16 Agustus 2018
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Bulunya didominasi warna hijau yang mencolok bahkan hingga ke bagian perut. Di bagian ekor terdapat seperti garis warna hitam. Bercak kuning kemerah-merahan terlihat samar di atas kepalanya. Paruhnya yang melengkung seperti pisau raut mematuk-matuk buah pisang masak, tertancap pada sebatang lidi, kemudian di letak silang di dalam sangkar.

“Ini burung serindit yang belum jadi. Kalau sudah jadi, kicauannya bahkan tanpa putus, berteriak sepanjang hari,” kata seorang pria yang akrab disapa Amat (36), di salah satu desa di Kecamatan Gaung, Inhil, Riau. Serindit itu terkurung dalam sangkar kayu dan digantung di samping rumahnya. 

Serindit satu dari banyak satwa liar yang dilindungi. Dalam Permen LHK Nomor 20 tahun 2018 tentang Satwa dan Tumbuhan Dilindungi menyebutkan kalau burung khas Riau itu, berdasarkan jumlah populasi, masih berada pada level pelestarian di alam liar. Namun jika tidak dijaga tanpa sadar bisa saja populasinya menurun drastis sehingga masuk dalam kategori satwa terancam punah.

Amat tidak tahu kalau si kicau merdu itu dilindungi. Di Inhil, jika musim burung tiba, kata dia, serindit tidak begitu menarik perhatian penggila burung. Justru jenis Burung Daun yang lebib banyak diminati. Untuk jenis yang sudah jadi (berkicau) harganya sampai jutaan. Ada banyak metode tradisional dalam memburu satwa udara ini. Bisa dengan nojoh (galah yang diberi getah tikus), tapi yang paling populer dengan perangkap sangkar.

Baca: Pecinta Burung Kicau ‘Terbelenggu’ Permen Satwa yang Baru

Sebuah sangkar dibikin bilik-bilik kecil dengan pintu yang lebih elastis. Sehingga ketika burung masuk, pintu sangkar langsung menutup dengan cepat. 1 sangkar bisa untuk 5 bilik. Kalau sangkar besar bisa sampai sepuluh bilik. Bilik dibagian tengah sengaja ditutup rapat untuk umpan burung betina. Biasanya burung yang sudah jadi, sebab kicauannya menarik perhatian jenis burung sama lainnya untuk masuk dalam perangkap.

Terkait aturan baru tentang satwa dan tumbuhan dilindungi, Rusli, seorang pemburu burung lainnya di Inhil mengaku tidak tahu. Lagi pula burung hasil tangkapan mereka dijual murah kepada penadah karena memang belum jadi dan masih liar. 

“Kami cuma tangkap saja. Tidak tahu jenis burung mana saja yang dilindungi. Biasanya burung yang kami tangkap hanya jenis burung yang masih banyak berkeliaran. Kalau yang sudah langka juga susah carinya. Sedangkan menangkap burung cuma sampingan saja, maaf lah kalau gitu,” ujarnya kepada bertuahpos.com. (bpc3)

Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Khawatir dengan Ancaman Pidana di Permen Satwa dan Tumbuhan Dilindungi, Ini Penjelasan Lengkapnya

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.