• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kisah Munarto, 14 Jam Dari Pedalaman Inhil ke Pekanbaru Hanya Untuk Rekam Biometrik Visa Umroh

Tim Redaksi by Tim Redaksi
21 Desember 2018
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Tatapan mata Munarto (70) terlihat begitu lelah. Semalaman tadi tidurnya tidak nyaman karena harus menempuh perjalanan sekitar 14 jam dari kampung halamannya di Desa Telok Belengkong, salah satu daerah yang berada di pedalaman Inhil, Riau.

“Dari rumah ke Tembilahan (Ibukota Inhil), sekitar 5-6 jam naik Marina (kapal ferry). Dari Tembilahan ke Pekanbaru sekitar 8-9 jam. Kami bertiga. Saya, istri dan anak saya yang paling bungsu,” katanya, Jumat, 21 Desember 2018 di Pekanbaru.

Munarto dan istrinya merupakan jemaah salah satu perusahaan penyedia jasa biro perjalanan umroh di Riau. Diantara syarat agar bisa beribadah ke Tanah Suci Mekah, dia harus melakukan rekam retina mata dan sidik jari untuk biometrik visa umroh khusus Arab Saudi. 

Sekitar 6 jam dari Teluk Belengkong, naik kapal ferry, Munarto menghabiskan biaya kurang lebih Rp750 ribu untuk 3 orang. Perorangan sekitar Rp250 ribu. Sedangkan dari Tembilahan ke Pekanbaru naik jasa angkutan travel, ongkosnya sekitar Rp150 per orang (Rp450 ribu untuk 3 orang). “Untung saja kami dapat tumpangan dengan teman saya, jadi bisa sedikit irit ongkos,” ujarnya.

Setibanya di Kota Tembilahan, mereka tidak sempat istirahat. Dari pelabuhan langsung bergegas ke Jalan Batang Tuaka naik becak dayung. Mereka menuju ke sebuah rumah yang tidak lain adalah kenalan lama Munarto, yang dulu pernah menjadi camat di Teluk Belengkong. Dengan menggunakan mobil yang diisi sekitar 5 orang, mereka langsung tancap gas ke Pekanbaru.

Ditemui bertuahpos.com, di sebuah warung kopi di depan kantor VFS Tasheel, Jalan Adi Sucipto, Pekanbaru, pada Jumat, 21 Desember 2018, Munarto dan istrinya tengah menyeruput segelas teh hangat. Sebelum itu dia memesan lontong sayur, karena sepanjang perjalanan sekitar 14 jam, pola makanannya jadi berubah. Belum lagi selera makan yang menurun karena banyak pikiran.

Dia dan istrinya, menunggu dipanggil petugas dari VFS Tasheel Pusat Layanan Visa untuk Arab Saudi untuk melakukan rekam retina mata dan sidik jari untuk keperluan pengurusan visa. Dari waktu pendaftaran hingga dia dan istrinya dipanggil, Munarto menunggu antrean sekitar 2 jam, setelah seorang pria tinggi besar mengenakan pakaian koko putih, mempersilahkan Munarto dan istrinya masuk untuk melakukan perekaman. Pria itu bernama Ibnu. Dia adalah petugas travel yang akan memberangkatkan Munarto Umroh ke Tanah Suci Mekah. 

“Saya kesini enggak tahu apa-apa. Untung saja dibimbing sama orang travel,” katanya dengan logat Jawa. 

Bagi Munarto, melakukan rekam retina mata dan sidik jadi di VFS Tasheel ini cukup menyulitkan bagi jemaah yang ingin melaksanakan umroh. Apalagi kantornya hanya ada satu untuk mengcover banyak wilayah. Bayangkan saja, ada banyak orang seperti dia yang datang dari desa nan jauh di pelosok sana hanya untuk merekam retina dan sidik jari. Padahal sewaktu pembuatan paspor, prosedur serupa juga dilakukan. 

Jikapun memang harus, sebaiknya pihak VFS Tasheel bisa dilakukan secara kolektif. Atau bisa dengan membuka kantor perwakilan minimal di kabupaten. Selain efisien waktu, hal demikian juga bisa menghemat biaya, mengingat sudah banyak uang yang dirogoh dari kocek untuk berangkat umroh dan keperluan lainnya.

Untuk pembuatan visa ini, saat perekaman dia harus mengeluarkan lagi uang sebesar Rp110 ribu. Munarto dan istrinya kemudian menyetor ke kasir sebesar Rp220 ribu untuk dia dan istrinya. “Ini bukan masalah berapa uang yang harus dikeluarkan, tapi soal jarak yang begitu jauh, apalagi untuk orang-orang seperti kami,” sambungnya.

Sekitar 30 menit kemudian, Munarto yang mengenakan batik coklat itu keluar dari balik pintu kaca kantor VFS Tasheel. Raut mukanya terlihat sedikit lega, namun tetap saja tidak bisa menyembunyikan rasa lelah. Setelah melakukan perekaman ini, dia dan istrinya tidak lagi kembali ke Teluk Belengkong karena mengingat waktu keberangkatannya ke tanah suci hanya tinggal seminggu lagi. Sebab jadwal take off ke tanah suci tanggal 29 Desember 2018 nanti. Jika harus pulang, berapa banyak lagi biaya yang harus dikeluarkan. 

Untung teman mantan camatnya itu punya rumah di kawasan pandau. Rumah itu kosong dan Munarto beserta istrinya dipersilahkan untuk menginap sampai jadwal keberangkatannya tiba. Dia berjalan pelan menuju ke warung kopi dan kembali menyambangi bertuahpos.com. “Semua urusan saya sudah selesai. Doakan saya dan istri selamat pergi dan pulang nanti, ya,” ujarnya sambil berpamitan. (bpc3)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

Russian Cake, Perpaduan Coklat dan Kopi yang Lumer di Mulut

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.