• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ini Tanggapan Syamsuar Soal Pernyataan Wabup Meranti Terkait “Orang Hutan”

Tim Redaksi by Tim Redaksi
1 Juli 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Wakil Bupati Kabupaten Kepulawan Meranti, Said Hasyim pertanyakan soal Perda RTRW Riau dimana 70% daerah di Kabupaten Kepulauan Meranti berada dalam kawasan hutan.

Oleh sebab itu Pemkab merasa bahwa daerah pesisir di Provinsi Riau seperti dianaktirikan jika dibandingkan dengan wilayah Riau Daratan. Atas dasar itu pula muncul pernyataan penegasan dari Said, “Memangnya orang Meranti ini ‘orang hutan’.”

“Mengenai RTRW Riau yang di dalamnya menyatakan 70% daerah Kabupaten Keperluan Meranti berada dalam kawasan itu, sebenarnyakan lahirnya Perda yang lalu,” kata Gubernur Riau, Syamsuar di Pekanbaru, Senin 1 Juli 2019.

Menurut Syamsuar, terkait masalah itu saat ini sudah menjadi kewenangan pemerintah pusat. Pemprov Riau dalam hal ini hanya bisa mengusulkan revisi ke pusat, sesuai dengan jangka waktu kapan Perda tersebut boleh dilakukan revisi. Artinya tidak mungkin bisa dilakukan dalam waktu dekat ini.

Baca : Soal RTRW Riau, Wabup Meranti: Memangnya Orang Meranti Ini Orang Hutan

Syamsuar menuturkan, memang untuk saat ini, jika Pemkab Meranti ingin melakukan kegiatan pembangunan harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK), melalui izin pinjam pakai.

“Kalau memang izin pinjam pakai itu dibolehkan pusat sebenarnya tak ada masalah terhadap rencana membangun Pemda di daerah itu. Yang penting memang harus diurus,” sebutnya.

Pemerintah Kebupaten Kepulauan Meranti sebelumnya melayangkan mengkritik soal kebijakan kawasan tata ruang yang sudah dituangkan dalam  RTRW Provinsi Riau. 

Menurutnya, apa yang tertuang dalam Perda RTRW Riau itu sebuah bentuk diskriminasi keadilan, sehingga membuat daerahnya tak bisa berkembang dari sisi pembangunan.

“Kami melihat sangat jelas sekali seperti ada ketimpangan keadilan antara daerah pesisir dan daerah daratan di Riau. Ketimpangan ini begitu terasa,” ungkap Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Said Hasyim, dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Provinsi Riau, di Pekanbaru, Senin 1 Juli 2019.

Dia merinci, diantara ketimpangan yang begitu terasa yakni soal keminsinan dan pembangunan infrastruktur di Meranti. Kondisi ini diakuinya sudah sejak lama, namun hingga kini belum ada realisasi penyelesaiannya.

Said Hasyim menyontohkan, dalam RTRW Riau 70% wilayah di Kabupaten Kepulauan Meranti masuk dalam kawasan hutan. Sehingga pemerintah kabupaten kebingungan untuk menyusin rencana pembangunan. 

“Memangnya orang Meranti ini orang hutan? Adillah, bagaimana kami bisa membangun kalau 70% daerah di Meranti itu kawasan hutan. Sementara masalah infrastruktur, kemiskinan masih menjadi masalah utama di sana,” sambungnya.

Menurutnya, masalah tingginya angka kemiskinan di Kabuapaten Kepulauan Meranti berbanding lurus dengan kondisi infrastruktur yang tidak memadai. Artinya jika jika masalah infrastruktur bisa diatasi dengan baik, maka perekonomian masyarakat terangkat dan masalah kemiskinan bisa teratasi.(bpc3)

Tags: Berita Kepulauan Meranti
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

272 Unit Rumah Swadaya Rampung, Kepulauan Meranti Jadi Penerima BSPS Terbanyak di Riau
Ekonomi

272 Unit Rumah Swadaya Rampung, Kepulauan Meranti Jadi Penerima BSPS Terbanyak di Riau

...

Read moreDetails
Karhutla Riau Kembali Muncul, Helikopter Water Bombing Dikerahkan ke Inhu dan Bengkalis

Karhutla Riau Kembali Muncul, Helikopter Water Bombing Dikerahkan ke Inhu dan Bengkalis

Pencarian Kakek 80 Tahun yang Hilang di Meranti Dilanjutkan, Unit Penyelamat SAR Dikerahkan

Pencarian Kakek 80 Tahun yang Hilang di Meranti Dilanjutkan, Unit Penyelamat SAR Dikerahkan

Dua Penebang Sagu Hilir Hilang Setelah Satu Kapal Pompong Tenggelam di Meranti

Dua Penebang Sagu Hilir Hilang Setelah Satu Kapal Pompong Tenggelam di Meranti

Arus Penumpang Pelabuhan Tanjung Harapan Melonjak Selama Imlek, Festival Perang Air & Momen Ramadan 2026

Arus Penumpang Pelabuhan Tanjung Harapan Melonjak Selama Imlek, Festival Perang Air & Momen Ramadan 2026

Pemkab Meranti Minta Dukungan Pemprov Riau untuk Dibukakan Kembali Perdagangan Lintas Batas

Pemkab Meranti Minta Dukungan Pemprov Riau untuk Dibukakan Kembali Perdagangan Lintas Batas

Next Post

Demo Masih Berlanjut, Rektor UIN Suska Riau Minta Mahasiswa Bijaksana

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.