Mencari Pers yang Bermartabat dalam Pusaran Pilkada Serentak

Senin, 12 Pebruari 2018 08:51
Mencari Pers yang Bermartabat dalam Pusaran Pilkada Serentak

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Profesor Bagir Manan, Ketua Dewan Pers Indonesia dua periode, 2010-2013 dan 2013-2016 menyatakan, Pemilu jangan sampai membuat pers kehilangan martabat dan hanya menjadi alat propaganda. Karena, jika insan pers melanggar etika maka sesungguhnya dia sudah menghianati fungsi pers itu sendiri.

"Pers harus menjunjung tinggi etika, dia harus mengedepankan kepentingan publik. Misalnya pada Pilkada Serentak 2018, kepentingan publiklah yang harus dilindungi," kata Bagir Manan dalam Konferensi Jurnalis Perempuan Indonesia yang diadakan di Padang, Rabu (7/2/2018).

Menjadi menarik apa yang dikatakan Bagir Manan, jika kita melihat situasi saat ini, di Riau secara khusus, yang dalam tahun 2018 akan melaksanakan pemilihan Gubernur, yang menyebabkan pers berada dalam pusaran dan kemudian beberapa media massa terseret propaganda, memuja muji calon tertentu dan ini terus digulirkan, memakai mulut para cendekiawan, akademisi hingga politisi yang koor menyakan betapa hebatnya salah seorang calon. Tentunya telah disetting oleh tim sukses mereka.

Lebih jauh lagi, pekerja pers yang menyebut dirinya wartawan, juga terseret jauh dalam pusaran Pilkada ini, dengan menjadi tim sukses calon tertentu. Melalui tangan merekalah digulirkan kepada media tempat mereka bekerja, berita-berita propaganda tersebut, tanpa pernah bertanya pada nurani mereka, apakah puja puji tepat atau melukai hati rakyat?

Jika kita lihat pasal 33 UU No. 40 tahun 1999 tentang pers, fungsi pers adalah sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial, memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan menegakkan nilai nilai dasar demokrasi dan mendorong terwujudnya supremasi hukum dan hak asasi manusia. Selain itu pers juga harus menghormati kebinekaan, mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar serta melakukan pengawasan.

Terseret dalam berita propaganda, bagaimana mungkin pers melaksanakan fungsinya? Pers pelan-pelan, melalui tangan wartawan yang menjelma tim sukses, terus menggerus nilai-nilai luhur pers, hingga wajah pers menjadi buram, compang-camping dan tak berbentuk. 

Dengan dalih memberitakan kebenaran karena berdasarkan narasumber yang sah, wartawan semakin jauh terseret dan membawa serta media massa mereka hanyut dalam nilai-nilai komersialisasi atas nama uang dan berhenti berdetak untuk berpikir, apakah ini benar atau tidak, apakah calon tersebut memang berintegritas atau tidak. Kalau pun ada, hanya menjadi catatan kecil yang disimpan jauh dalam lubuk jiwa, tak pernah dilihat lagi hingga lama-lama mati, tiada`rasa.

Jika merunut kepada 9 elemen jurnalistik Bill Covach, sebetulnya sudah dijelaskan dengan gamblang bahwa jurnalisme itu mengejar kebenaran (truth),  komitmen wartawan kepada masyarakat dan kepentingan publik, jurnalisme itu disiplin menjalankan verifikasi, independen terhadap sumber berita, harus menjadi pemantau kekuasaan, menyediakan forum bagi masyarakat, berusaha keras membuat hal penting menjadi menarik dan relevan, menjaga agar berita proporsional  dan mengutamakan hati nurani.

Tetapi bagaimana bisa berita propaganda akan berpihak kepada masyarakat, karena berita propaganda penuh aura keegoisan, menyanjung dan memuji tanpa batas calon yang akan maju, tanpa ada celah bahwa dia juga bisa salah. Terkadang bahkan sampai membawa nama Tuhan, bahwa sang pembayar berita propaganda adalah tokoh suci tanpa cela. 

Bagaimana pula bisa independen jika yang ditulis melulu sanjungan-sanjungan yang mencoba mengelabui rakyat dengan memakai mulut orang lain tadi. Apalagi verifikasi kepada rakyat, apakah apa yang dikatakan sang penyanjung itu benar atau salah, karena media massa melalui tangan wartawannya telah membenarkan dan menyucikan para calon itu dengan puja puji tadi. Apalagi untuk proporsional dan mengutamakan hati nurani, tentunya jauh dari kemungkinan ada. 

Bak makan buah simalakama, pers menjadi rumit menentukan sikap, bersorak tapi tak bersuara, bersuara tapi memihak. Apakah situasi ini harus dibiarkan begitu saja? Jawabnya tentu tidak, karena selalu ada harapan tentang cahaya dikegelapan sekalipun, selalu ada celah untuk bersinar dalam kepekatan sekali pun. Siapa yang harus melakukannya? tentu mereka yang peduli, mereka yang masih berhati nurani dan mereka yang tidak mengkhianati kode etiknya sendiri.

Berjuang tidak pernah selesai tetapi selalu akan terjadi, selalu akan ada. Maka dalam pusaran arus pilkada yang demikian kuat memukau wartawan dan media massa dengan uangnya, tentu diperlukan mereka yang matanya tak silau dan hatinya tak runtuh, hingga tidak terseret dalam pusaran tersebut. Percayalah, selalu ada akhir untuk sebuah perjuangan dan selalu ada kemenangan untuk sebuah kepedulian.***Luzi Diamanda

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Inilah Nomor Urut Partai Peserta Pemilu 2019
Minggu, 18 Pebruari 2018 22:00

Inilah Nomor Urut Partai Peserta Pemilu 2019

KPU RI telah lakukan pengambilan nomor urut bagi partai peserta Pemilu 2019.

GBK Dirusak Usai Piala Presiden, Sandi Minta Jakmania Diberi Sanksi
Minggu, 18 Pebruari 2018 21:15

GBK Dirusak Usai Piala Presiden, Sandi Minta Jakmania Diberi Sanksi

Perusakan Stadion GBK oleh oknum The Jakmania membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno berang. Dia meminta oknum tersebut diberi sanksi oleh The Jakmania.

PPP Kota Pekanbaru Targetkan Minimal 6 Kursi di Pileg 2019
Minggu, 18 Pebruari 2018 20:08

PPP Kota Pekanbaru Targetkan Minimal 6 Kursi di Pileg 2019

Partai Persatuan Pembangunan atau yang biasa disebut PPP menargetkan setidaknya 6 kursi saat pemilihan legislatif (pileg) 2019 mendatang.

Sore Tadi 5 Titik Hotspot Muncul di Riau
Minggu, 18 Pebruari 2018 19:18

Sore Tadi 5 Titik Hotspot Muncul di Riau

Sore tadi, 5 titik hotspot muncul di Riau pada level confidence di atas 50%. Namun 2 diantaranya berada pada level confidence di atas 70%, Minggu (18/2/2018).

Telkomsel Ajak Empat Pemenang The NextDev 2017 ke Silicon Valley
Minggu, 18 Pebruari 2018 17:54

Telkomsel Ajak Empat Pemenang The NextDev 2017 ke Silicon Valley

Empat startup pemenang kompetisi The NextDev 2017 akhirnya melakukan perjalanan ke ‘Silicon Valley’ di Amerika Serikat pada tanggal 11–20 Februari 2018.

Bambang Pamungkas Kehilangan Mendali Juaranya
Minggu, 18 Pebruari 2018 16:45

Bambang Pamungkas Kehilangan Mendali Juaranya

Ada cerita tak mengenakkan untuk penyerang Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, usai final Piala Presiden semalam. Bepe kehilangan medali juaranya. 

Alis Tebal Dalam Seminggu,  Begini Caranya
Minggu, 18 Pebruari 2018 15:51

Alis Tebal Dalam Seminggu, Begini Caranya

Alis,  merupakan salah satu bagian wajah yang memberi point tambah untuk kategori cantik.  Memiliki alis tebal menjadi kegemaran kebanyakan kaum wanita.

Lowongan Kerja Guru Bahasa Inggris di Ponpes Tahfizh Al Quds
Minggu, 18 Pebruari 2018 15:18

Lowongan Kerja Guru Bahasa Inggris di Ponpes Tahfizh Al Quds

 Bagi anda yang sedang mencari informasi seputar lowongan kerja,  kini Pondok Pesantren Tahfizh Al Quds Pekanbaru sedang membutuhkan tenaga pengajar 

Baliho Sosialisasi Paslon Masih Bertebaran, Bawaslu Riau Klaim Lakukan Penurunan Paksa
Minggu, 18 Pebruari 2018 14:55

Baliho Sosialisasi Paslon Masih Bertebaran, Bawaslu Riau Klaim Lakukan Penurunan Paksa

Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan mengatakan pihaknya telah melakukan penurunan paksa terhadap baliho sosialisi Paslon Gubri.

Black Panther, Kembalinya Raja Baru dalam Mempertahankan Wakanda
Minggu, 18 Pebruari 2018 14:03

Black Panther, Kembalinya Raja Baru dalam Mempertahankan Wakanda

Pecinta film action besutan Marvel tentu tidak asing dengan Black Panther. Film yang baru dirilis 16 Februari ini banyak diburu para penggemar film action.